Berita

Penangguhan Regulasi U23, CEO PSM : “PSSI dan PT. LIB Inkonsisten”

Makassar – Federasi Sepakbola Indonesia baru saja mengubah regulasi terkait penggunaan pemain U23. PT. Liga Indonesia Baru sebagai operator liga menyampaikan perubahan tersebut ke klub-klub peserta Liga 1 dan langsung mendapat tanggapan beragam baik dari pelatih maupun pengurus klub. CEO PT. PSM, Munafri Arifuddin ikut angkat bicara terkait regulasi penangguhan penggunaan pemain U23 tersebut.

“Perubahan regulasi ini menunjukkan kepada kita bahwa PSSI dan PT. LIB inkonsisten.  Liga yang sudah berjalan dengan begitu dinamisnya. Akibat perubahan aturan itu para pemain muda emosinya bisa naik turun. Kalo sudah membuat aturan sejak awal penerapannya ya paling tidak satu tahun” ujar Munafri yang ditemui saat tim sedang menggelar latihan, Jumat (30/6), di Stadion Andi Mattalatta Makassar.

Appi, sapaan akrab Munafri, menambahkan pihaknya bisa saja berpikiran negatif dan curiga terhadap PSSI dan PT. LIB dengan adanya aturan yang tidak pernah disosialisasikan sebelumnya namun klub seolah dipaksa untuk menerima keputusan tersebut. “Aturan tiba-tiba ada tanpa sosialisasi. Tanpa pertemuan hanya langsung mengirim surat. Saya bisa saja berpikir negatif tentang perubahan itu”.

Selain mengenai aturan U23 yang ditangguhkan, setelah 11 pekan tidak ada satupun evaluasi dari PT. LIB. Padahal diawal sebelum kompetisi dimulai sudah baik karena klub selalu dipanggil untuk membicarakan sesuatu apalagi ini menyangkut perubahan regulasi. “Tidak ada evaluasi. Banyak keputusan yang merugikan seperti keputusan berpindah homenya Perseru di beberapa pekan yang lalu. Ini sangat merugikan tim yang sudah ke Serui. Saya tidak akan pernah menerima itu. Tidak ada keadilan disini. Roh sepakbola itu kan di fairness” tambahnya lagi.

Meskipun kecewa terhadap PSSI dan PT. LIB yang tidak konsisten, PSM tetap fokus bersiap untuk pertandingan kontra Persib Bandung yang akan digelar Rabu (5/7) mendatang. (*)

Leave a Reply

error: Content is protected !!