Berita

PSM Hadiri Referee Development Discussion

Jakarta – Kinerja wasit yang memimpin di laga Gojek Traveloka Liga 1 mendapat sorotan dari seluruh klub peserta kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. PSSI dan PT. LIB bersinergi mencari jalan keluar dengan mengundang perwakilan klub agar persoalan terkait kinerja wasit dilapangan tidak selalu menuai protes dan kritikan tajam.

PSM Makassar yang diwakili oleh Media Officer PSM, A. Widya Syadzwina dan Wakil Ketua Panpel, Yahya Sirajuddin menghadiri Referee Development Discussion, Minggu (28/5) di Park Lane Hotel, Jakarta. Hadir sebagai pembicara Former FIFA Referee dan AFC Referee Director, George Cumming.

Media Officer PSM, A. Widya Syadzwina mengatakan, pertemuan membahas persoalan perwasitan di Indonesia ini sangat bagus. Apalagi forum yang dibuat dalam bentuk diskusi sehingga klub-klub yang hadir dapat menanyakan langsung terkait kinerja wasit dan ikut memberikan masukan agar wasit di Indonesia bisa bekerja lebih baik.

“Diskusi terkait pengembangan wasit sangat bagus. Apalagi PSSI mengundang former FIFA referee sebagai nara sumber. Tentu ini progres yang cukup baik dari federasi menyikapi permasalahan wasit di Indonesia” ujar Wina.

Former FIFA referee dan AFC Referee Director, George Cumming mengemukakan bahwa pengembangan wasit hanya bagian kecil dari pengembangan sepakbola. Namun memberi pengaruh yang cukup besar terhadap pengembangan sepakbola itu sendiri.

“Seperti halnya di tim sepakbola yang memiliki pelatih, wasit juga harus punya pelatih. Wasit Indonesia pun harus punya pelatih” ucap George.

Selain itu, wasit wajib mengetahui segala yang ada didalam Laws of the Game sehingga didalam memimpin pertandingan tidak seringkali berbuat kesalahan. “Wasit harus paham Laws of the Game dengan benar” ucapnya lagi.

Diskusi berjalan dengan suasana yang hangat dan permasalahan terkait wasit mulai menemukan jalan keluar. George Cumming mencoba menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan kompetensi wasit di Indonesia dibutuhkan 3 hal, yaitu : assessment system, education program, dan communication system. Tetapi untuk membantu menjaga dan meningkatkan integritas wasit seharusnya juga menjadi tugas klub.

Acara diskusi dibuka dan ditutup oleh Sekjen PSSI, Joko Driyono. Joko menyampaikan bahwa tugas seorang assessor membantu meningkatkan kompetensi wasit. Namun mengenai integritas harusnya menjadi tugas semua pihak termasuk federasi, operator liga, dan klub (manajemen dan tim) untuk menjadikan wasit memiliki integritas sehingga dapat meningkatkan kualitas liga. (*)

Leave a Reply

error: Content is protected !!