Tentang PSM

PSM Makassar adalah sebuah klub sepakbola di Indonesia yang berbasis di Makassar, Sulawesi Selatan. PSM Makassar merupakan salah satu tim terkuat di Indonesia dan telah mewakili Indonesia sebanyak tiga kali dalam Liga Champions Asia yaitu babak perempat final pada tahun 2001 dan  semifinal pada tahun 2005. Berdiri pada tahun 1915, PSM Makassar merupakan klub tertua di Indonesia.

Sejarah awal berdirinya klub sepakbola PSM Makassar, saat Hindia Belanda menjadikan Makassar sebagai pust pemerintahan di Indonesia Timur. Saat itu, Makassar terkenal dengan nama Bandar Makassar, pusat pelabuhan Indonesia. Berbagai kapal asing menjadikan Bandar Makassar sebagai pusat pelayaran bagi mereka, sementara untuk kapal-kapal domestik menjadikan Bandar Makassar sebagai tempat persinggahan untuk menjual segala rempah-rempah dan hasil bumi mereka ke kapal-kapal asing.  Kegiatan yang bertaraf internasional itupun ikut mempengaruhi masyarakat Makassar mengenal olahraga sepakbola yang sangat digandrungi diseluruh dunia. Maka tepat tanggal 2 November 1915 resmi berdiri sebuah klub sepakbola di Makassar bernama Makassar Voetbal Bond (MVB) yang kemudian menjelma menjadi PSM Makassar. Pada masa itu, MVB terdiri dari gabungan pemain sepakbola dari jajaran elit Belanda dan pribumi Makassar Indonesia.   Dua pemainnya yakni Sagi dan sangkala sangat terkenal dan menjadi pembicaraan hangat hingga diluar negeri. Beberapa kali MVB mendapatkan undangan bermain diluar negeri untuk pertandingan persahabatan.

Pada tahun 1926 -1940 beberapa klub diberbagai wilayah Indonesia sudah mulai terbentuk seperti di Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Jawa. Dan ditahun itu pula masa keemasan bagi klub MVB. Sangkala yang merupakan pemain handal MVB tercatat sebagai promoter pertama klub binaan Hindia Belanda ini. Sejumlah klub di Indonesia mengundang klub MVB untuk pertandingan persahabatan dan resmi. Saat itu kemenangan demi kemenangan diraih oleh Sangkala dan kawan-kawan. Klub ini pun menjadi klub yang disegani sepanjang pemerintahan Hindia Belanda masih berkuasa di Indonesia.

Pada tahun 1942, saat Jepang mulai masuk ke Indonesia hingga ke Makassar, nyaris tidak ada aktivitas sepakbola. Semua hal yang ‘berbau’ Belanda dilenyapkan oleh Jepang. Peraturan dari Jepang inilah membuat putra-putra Makassar langsung merubah nama Makassar Voetball Bond (MVB) menjadi Persatuan Sepakbola Makassar atau yang lebih dikenal dengan PSM Makassar.

Meski berada dibawah tekanan Jepang, namun putra-putra Makassar terus menjalankan aktivitas berlatih sepakbola dan membesarkan nama PSM, hingga akhirnya Jepang meninggalkan Indonesia. Setelah peninggalan Jepang, PSM Makassar makin bersinar sebagai klub tertua di Indonesia bahkan asia Tenggara. Karena PSM merupakan tim pertama di Indonesia, maka persiapan sebagai pemain sepakbola puun tidak diragukan lagi. PSSI yang terbentuk pada tahun 1930 memanggil sejumlah pemain terkenal PSM untuk memperluat Tim Nasional Indonesia. Ramang adalah satu pemain legendaries PSM Makassar yang juga diakui FIFA (Federation Internationale de Football Assosiation) sebagai legenda sepakbola Indonesia dan dunia seperti dikutip di halaman web fifa.com.

PSM sebagai klub tertua di Indonesia akhirnya mejadi roh bagi putra-putra yang ada di wilayah lainnya untuk membentuk klub sepakbola sehingga lahirlah kompetisi perserikatan di PSSI. Tahun 1957, ketika Final Perserikatan yang mempertemukan  PSM Makassar versus PSMS Medan, menjadikan PSM Makassar menjadi juara untuk pertama kalinya sebagai klub dibawah naungan PSSI. PSM yang dianggap klub paling elit selalu mejadi buah bibir seolah-olah PSM adalah Tim Nasional Indonesia saat itu.

Sementara di level International, PSM Makassar tercatat sebanyak 2 kali mewakili Indonesia di Liga Champions Asia. Bahkan PSM Makassr pernah menjadikan Makassar sebagai tuan rumah perempat final Liga Champions Asia, dimana itu adalah kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah perempat final Liga Champions Asia yang menghadirkan klub dari Jepang, China da Korea.

Memasuki era sepakbola industri, sesuai dengan instruksi federasi sepakbola dunia, FIFA, dan federasi sepakbola asia, AFC, maka klub sepakbola harus mandiri dengan mengutamakan 5 aspek penting yaitu berbadan hukum atau berbentuk perusahaan, sporting/ support, infrastructure, good financial, dan team.

PSM memasuki era barunya sebagai klub professional yang mandiri dan tidak bergantung lagi pada dana APBD pada tahun 2011. Berikut struktur organisasi di PT. PSM selaku pengelola klub PSM Makassar di Kompetisi Resmi Gojek Traveloka Liga 1 :

 

Komisaris Utama : Sadikin Aksa

Komisaris : Solihin Kalla, Andi Suruji, Sjahrullah Habibie

CEO : Munafri Arifuddin

Direktur Umum : Irsal Ohorella

Head Coach : Robert Rene Alberts

Media Officer : A. Widya Syadzwina

Tim PSM yang berada dibawah pengelolaan klub dengan diarsiteki seorang pelatih kepala atau head coach ini diberi julukan Ayam Jantan Dari Timur. Selain dijuluki Ayam Jantan Dari Timur, tim PSM juga mendapat julukan Pasukan Ramang sebagai bentuk penghargaan kepada legenda sepakbola PSM, Ramang.

 

Perserikatan

1957 – Juara

1959 – Juara

1961 – Runner Up

1964 – Runner Up

1965 – Juara

1966 – Juara

1994 – Runner Up

Liga Indonesia

1994/1995 – Juara

1995/1996 – Juara

1996-1997 – Semifinalis

1997/1998 – dihentikan

1998/1999 – 8 besar

1999/2000 – Juara

2001 – Runner Up

2002 – Semifinalis

2003 – Runner Up

2004 – Runner Up

2005 – Posisi ke-2 Wilayah Timur, Finalis 8 Besar

2006 – Posisi ke-4 Wilayah Timur, Finalis 8 Besar

2008 – Peringkat 8

2011/20012 – Urutan ke 5, Indonesian Premier League

 

Liga Champions Asia

2001 – Perempat Final Piala Champions Asia

2004 – Babak Pertama

2005 – Semi Final (melawan tim dari Qatar)

error: Content is protected !!